Tampilkan postingan dengan label chikita fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chikita fawzi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2009

Valerina Daniel Salah Seorang Aktivis Lngkungan Terpuji: Chikita Fawzi


Valerina Daniel Salah Seorang Aktivis Lngkungan Terpuji
Saya pernanh membaca artikelnya kemudian ibuku Marissa Haque menceritakan panjang lebar tentang apa yang telah dikerjakannya terkait dengan upaya konservasi dan pemberdayaan lingkungan hidup Indonesia.
Ibu Icha dan Valerina saya pikir adalah orang/figur publik yang dapat kita bersama tiru. Upaya mereka tak kenal lelah sejauh ini. Dan lingkungan hidup Indonesia semakin ringkih.
Ya Allah... aku juga ingin melalukan sesuatu namun melalui kompetensi yang aku miliki didunia animasi. Akan kubuat tokoh Valerina dan Ibu Icha. Yang satu dengan anak macan yang satunya lagi dengan badak cula satu di Pandeglang, Banten kampung halaman Ayah Ikangku terkasih.

Sabtu, 19 September 2009

Ibuuuuu... Ayaaaah... Mbup... I'll be Home Soonest Bu...: Chikita Fawzi di Cyberjaya, Malaysia




Ibu Ichaaaa... Ayah Ikaaaang... Mbuuuub... Kiki pulang siang ini naik Air Asia... Dijemput sama Kakak dan Ayah ya Bu? Demikian kalimat-demi-kalimat menari-nari didalam hati dan benakku. Rindukuku pada rumah di Bintaro, rinduku pada Kak Bella... daaaan... rinduku pada peluk dan canda My Beloved Daddy Ikang Fawzi.

Aku dapat merasakan bahwa Lebaran tahun 2009 ini bukan hal yang terlalu istimewa bagi keduana yang sedang terlalu merasa kelelahan atas seluruh kejahatan konstitusi Indonesia atas pemasungan hak-hak mereka untuk menjadi Wakil Rakyat di DPR RI.

Ya Allah... tak sabar ranya ingin kupeluk ketiga orang yang kucintai ituuuu...

Kangen sekali Bu, Yah, Mbub-ku cantik Kak Bella... Luv u full...

Kiki-mu.

Jumat, 11 September 2009

Kangenku Pada Cerita Ayah Ikang tentang Kebun Raya Bali dan Menteri PU Mitranya




Alhamdulillah senang rasanya sebelum memulai bulan Ramdahan tahun ini Ikang Fawzi Ayahku tercinta ku berseri-seri pulang kerumah dengan membawa 'segudang' cerita tentang Kebun Raya di Bali yang harus terus didukung serta diperjuangkan sekaligus juga beberapa pekerjaan projek dari Dep PU tempatnya selama ini bermitra. Terimakasih Ya Allah... atas rezeki halal yang telah Engkau limpahkan kepada kami sekeluarga dirumah pada Ramadhan suci tahun ini... hingga kami mampu berlebaran diakhir bulan ini... BErikut ini berita Ayahku di Kompas Cyber dengan alamat sebagai berikut:

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/18/0320248/Kebun.Raya.dan.Musik



Sabtu, 18 Juli 2009 03:20 WIB Ikang Fawzi (45) laris di acara peringatan 50 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali, di Bedugul, Tabanan, Rabu (15/7) malam. Laris bukan karena ia menjual suatu barang, tetapi banyak bapak dan ibu dari berbagai daerah yang datang sebagai undangan kebun raya itu memintanya berfoto bersama. Mereka mengaku sebagai penggemar Ikang Fawzi sejak lama. ”Wah, silakan Pak. Mau bagaimana gayanya, Pak?” kelakar penyanyi rock ini. Namun, kehadirannya di sini bukan sebagai duta kebun raya. Ia diminta teman-temannya yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum untuk mengisi acara hiburan di Kebun Raya Eka Karya Bali.

Apa komentarnya? ”Saya kagum dengan kebun raya ini. Terbayang sehatnya badan dan rohani jika sering menghirup kesegaran alam yang asri, apalagi bareng keluarga,” katanya. ”Otomatis bermusik pun jadi lancar dan menyenangkan. Kebun raya ini membawa aura segar, musik jadi indah dengan sendirinya,” ujar Ikang.

Ia berharap bisa mengunjungi ke-20 kebun raya di Indonesia. Selama ini Ikang baru sempat mengunjungi kebun raya di Bogor, Cibodas, dan Bali. ”Meski baru taraf mengagumi keanekaragaman alam di kebun raya, saya sungguh mendukung pelestarian alam,” tuturnya. (AYS)

Minggu, 06 September 2009

Sang Inspirator dalam Hidup Berkesenianku: Marissa Haque Ibuku



Sumber: http://www.marissahaque-dulu-pdip.com/terbang/

Gagasan Terbang ke Angkasa Biru serta jendela yang berjejer banyak dari dalam pesawat saya angkat ke dalam situs ini sebagai sebuah ide dasar yang muncul saat saya sering melakukan perjalanan panjang pulang-pergi dari rumah di Bintaro, Jakarta Selatan menuju Athens, Ohio tempat saya menyelesaikan studi Master keduaku pada bidang studi Film dan Televisi di Ohio University, AS.

Saat matahari tenggelam, lalu terbit kembali, disusul oleh naiknya sang fajar yang disempurnakan oleh langit biru nan cerah membawa hati dan pikiranku melambung tinggi mengikuti arah bias sinarnya. Momen indah nan singkat ini tak pernah kubiarkan luput dari dzikir dan syukurku ke hadirat Nya. Sekaligus mengabadikannya ke dalam beberapa snap shots dengan menggunakan manual dan digital photo camera yang tak pernah tertinggal dalam tasku.

Pertimbangan lainnya mengapa tema Terbang ke Angkasa Biru ini saya pilih, karena saya selalu merasa terus berada dalam perjalanan panjang yang tak pernah henti. Persis seperti cakrawala tak bertepi di atas kepala saat berada di ketinggian ribuan mil diudara. Kehidupan manusia yang terus berterbangan menuju pusarannya di Atas Sana.

Langkah kehidupanku yang belum selesai, masih terasa panjang untuk disempurnakan. Seiring dengan penerbangan-penerbangan panjang yang kulalui tanpa rasa jemu. Penerbangan-penerbangan yang kuiringi dengan senyum ikhlas serta doa syukur yang tak pernah henti. Sambil menanti penerbangan panjang yang sesungguhnya, menuju muara Sang Kekasih Abadi.

Kontemplasi oleh: Marissa Haque Fawzi
Saat berada di pesawat North West, Detroit, 2003, Menuju Columbus, Ohio, Amerika Serikat.

Kangennya Bella Fawzi Kakakku Meminta agar Lebaran 2009 Pulang ke Bintaro, Banten



Ya Allah... Kiki adinda sayangku sedang apa ya bulan Ramadhan seperti ini dinegeri seberang? Kak Bella sudah diterima untuk melanjutkan kuliah di FISIP-UI jurusan Komunikasi seperti yang selama ini aku cita-citakan.
Lebaran pulang ya Ki?

Zoentjes van Bintaro,
Kak Bella.

Like Water that Flows Constantly: Kepekaan Marissa Haque Ibuku Kala Membuat Tulisan



Reflections on the meaning of life: My Mother Marissa Haque

(Amidst the flood that hits Indonesia)


Bintaro, Jakarta, February 21, 2004


Water is the source of life. It is very flexible and can easily adapt itself to anything. If its course is blocked by a rock, then it will choose another one and continues flowing down towards its destination.

Water also behaves modesty, because it always flows to a lower place.If the temperature rises, it evaporates, goes up to the sky and afterwards comes down again on the earth.


Water cleans everything; it floods the rice fields in the dry season; it cleans dust and makes the soil fertile. According to a story, when the rain falls, thousands of angels come down with it. But if the rains come down in torrents and continuously, like what is happening in the last few days in Indonesia, then there might be something wrong in the relations between men and water.


Water will become men’s friend if we treat it in s friendly way, but if we don’t do it, it will destroy us.In life, water is an indicator of the quality of men in the eyes of God the Almighty.