Tampilkan postingan dengan label Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Desember 2010

Ikang Fawzi Ayah & Motivator-ku Sudah MBA dari FEB-UGM: Chikita Fawzi


Ikang Fawzi Lulus MBA dengan Nilai A dari UGM Fakultas Ekonomi-Bisnis

Kabar Gembira!

Leadership Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah semakin terbukti didalam keluarga kami. Kemarin pada tanggal 13 desember 2010, dengan dua orang penguji inti dari FEB-UGM bernama: (1) Ertambang, PhD; dan (2) Bambang Riyanto, PhD, suamiku Ikang Fawzi berhasil lulus dengan cemerlang dan mengantongi nilai akhir ujian thesisnya A (bulat)!

Subhanallah… sebuah perjuangan yang tidak main-main, dan menjadi contoh positif bagi kita semua di Indonesia. Bahwa seorang penyanyi rock-pun mampu menunjukkan kelas intelektualitasnya secara kaffah dan mumpuni. Contoh yang sangat baik bagi istri dan kedua putrinya,…insya Allah demikian adanya.

Berikut saya lampirkan sebuah sms untuk dijadikan fwd–dari salah seorang teman karib di UGM, Yogyakarta-Jakarta:

Selamat untuk Mas Ikang Fawzi atas keberhasilannya mendapatkan MBA dengan nilai kelulusan A dari Fakultas Ekonomi-Bisnis UGM (Universitas Gajahmada), Yogyakarta kemarin 13 Desember 2010. Anda adalah penyanyi rock Indonesia pertama yang menjadi MBA dari salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kapan S3 nya dimulai? semoga secepatnya ya?

Sumber: http://marissahaque-sdalh.blogdetik.com

Rabu, 14 Oktober 2009

Karya Seorang Kakak untuk Adik Semata Wayangnya: Chikita Fawzi



Hubungan kasih seorang kakak dan adik kata banyak ahli biasanya dianggap sebagai indikator keberhasilan pendidikan dari kedua orangtuanya. Kak Bella dan saya kata orang sangatlah kompak.

Tentu semuanya tidak jatuh dari langit kata ayah dan ibuku. Walau keduanya kerap sibuk namun kapanpun, dimanapun, mereka berdua Ayah Ikang Fawzi dan Ibu Marissa Haque keduanya selalu berusaha hadir dan memberikan yang terbaik dari kualitas hidup mereka selama ini.
Ya Allah bahagiakanlah kedua orangtuaku tercinta itu..... Kami sangat mencintai keduanya...... Amiin...

Sabtu, 19 September 2009

Rumah Bintaro, Banten yang Kukangeni: Marsha Chikita Fawzi

Sumber: http://miss-bellafawzi.blogspot.com/



Ibuku Marissa Haque dan seluruh keluargaku dirumah adalah orang-orang yang dekat dihati dan selalu mendoakan diriku agar aku selamat ditempat menuntut ilmu dinegeri seberang Malaysia ini. Aku mencintai mereka semua sampai mati kelak.

Hubungan Indonesia dan Malaysia memang aneh sejak dulu, namun mereka disini memang jauh lebih progesif dibandingkan tanah airku tercinta. Banyak yang telah kupelajari. Semoga pada saat yang tepat dapat menjadi sumbangsihku bagi Indonesia.

Ibuku sering menyatakan: "Allahu Akbar, Kita Belum Merdekaaa..." Rasanya kok sekarang saya jadi faham tentang maknanya ya? Karena penegakan hukum belum genah, masyarakatnya masih sangat korup... Kasihan bung Karno dan Pak Hatta.

Tapi apakah memang benar kita belum merdeka? Atau sudah merdeka dengan segunung catatan? Lalu siapa sebenarnya yang dapat memberikan jawabannya dari seluruh pertanyaan kritisku ini?

Ibuuuuu... Ayaaaah... Mbup... I'll be Home Soonest Bu...: Chikita Fawzi di Cyberjaya, Malaysia




Ibu Ichaaaa... Ayah Ikaaaang... Mbuuuub... Kiki pulang siang ini naik Air Asia... Dijemput sama Kakak dan Ayah ya Bu? Demikian kalimat-demi-kalimat menari-nari didalam hati dan benakku. Rindukuku pada rumah di Bintaro, rinduku pada Kak Bella... daaaan... rinduku pada peluk dan canda My Beloved Daddy Ikang Fawzi.

Aku dapat merasakan bahwa Lebaran tahun 2009 ini bukan hal yang terlalu istimewa bagi keduana yang sedang terlalu merasa kelelahan atas seluruh kejahatan konstitusi Indonesia atas pemasungan hak-hak mereka untuk menjadi Wakil Rakyat di DPR RI.

Ya Allah... tak sabar ranya ingin kupeluk ketiga orang yang kucintai ituuuu...

Kangen sekali Bu, Yah, Mbub-ku cantik Kak Bella... Luv u full...

Kiki-mu.

Jumat, 11 September 2009

Kangenku Pada Cerita Ayah Ikang tentang Kebun Raya Bali dan Menteri PU Mitranya




Alhamdulillah senang rasanya sebelum memulai bulan Ramdahan tahun ini Ikang Fawzi Ayahku tercinta ku berseri-seri pulang kerumah dengan membawa 'segudang' cerita tentang Kebun Raya di Bali yang harus terus didukung serta diperjuangkan sekaligus juga beberapa pekerjaan projek dari Dep PU tempatnya selama ini bermitra. Terimakasih Ya Allah... atas rezeki halal yang telah Engkau limpahkan kepada kami sekeluarga dirumah pada Ramadhan suci tahun ini... hingga kami mampu berlebaran diakhir bulan ini... BErikut ini berita Ayahku di Kompas Cyber dengan alamat sebagai berikut:

http://koran.kompas.com/read/xml/2009/07/18/0320248/Kebun.Raya.dan.Musik



Sabtu, 18 Juli 2009 03:20 WIB Ikang Fawzi (45) laris di acara peringatan 50 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali, di Bedugul, Tabanan, Rabu (15/7) malam. Laris bukan karena ia menjual suatu barang, tetapi banyak bapak dan ibu dari berbagai daerah yang datang sebagai undangan kebun raya itu memintanya berfoto bersama. Mereka mengaku sebagai penggemar Ikang Fawzi sejak lama. ”Wah, silakan Pak. Mau bagaimana gayanya, Pak?” kelakar penyanyi rock ini. Namun, kehadirannya di sini bukan sebagai duta kebun raya. Ia diminta teman-temannya yang bekerja di Departemen Pekerjaan Umum untuk mengisi acara hiburan di Kebun Raya Eka Karya Bali.

Apa komentarnya? ”Saya kagum dengan kebun raya ini. Terbayang sehatnya badan dan rohani jika sering menghirup kesegaran alam yang asri, apalagi bareng keluarga,” katanya. ”Otomatis bermusik pun jadi lancar dan menyenangkan. Kebun raya ini membawa aura segar, musik jadi indah dengan sendirinya,” ujar Ikang.

Ia berharap bisa mengunjungi ke-20 kebun raya di Indonesia. Selama ini Ikang baru sempat mengunjungi kebun raya di Bogor, Cibodas, dan Bali. ”Meski baru taraf mengagumi keanekaragaman alam di kebun raya, saya sungguh mendukung pelestarian alam,” tuturnya. (AYS)

Minggu, 06 September 2009

Marissa Haque Ibuku yang Senang Berkontemplasi: “Terbang ke Angkasa Biru”


Ibuku Marissa Haque senang berkontemplasi. Kalau bahasa Islamnya berkhalwat. Senang melihat jilbab Ibu Icha, Kiki tertarik memakainya dalam masa depan.
Inspirasi Islam dalam kartun "Upin dan Ipin" membuatku ingin berkolaborasi dengan para ahli Tasawuf Modern agar the value of Islam dalam semakin terdiseminasi keseluruh dunia melalui penyampaian yang populis, insya Allah...

Kangennya Pulang ke Bintaro, Banten: Chikita Fawzi


Ya Allah... Kiki kangen sekali sama rumah. Namun ada beberapa pekerjaan animasi untuk "Upin dan Ipin" yang masih harus diramapungkan. Ibu, Ayah, Kak Bella selalu bertanya di sms, mms, atau FB:
" ...kapan ya Kiki mau pulang? kita semua kangen sama kamu Ki...?" Zoentjes van Bintaro dari Kak Bella. Begitu selalu khabar yang aku terima dari tanah air.

Kasihan Ayah Ikang & Ibu Icha-ku Tercinta: Dagang Sapi KPU Pusat Jakarta 2009 melalui Oknum Saksi PPP

Sumber: http://nisyemaksum.blogspot.com

Shooting di TV One, Berupaya Meluruskan KPU yang Diduga Korup & Tidak Profesional

Ternyata KPU 2009 Terkait Pilpres, Pileg DPR RI, bahkan saat Pilkada Banten 2006 Kata Ibu Icha-ku Secara Konstitusi Sangat Menjijikkan.

Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

Senin, 2009 Mei 25

JAKARTA, KOMPAS.com- Bukan hendak syuting, pasangan artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque yang sebelumnya juga menjadi calon anggota legislatif mengajukan komplain atas penetapan calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (25/5).
Beserta caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dedy Djamaludin Malik, Ikang dan Marissa menduga adanya kecurangan dalam proses penetapan caleg terpilih pada tahap ketiga pembagian kursi di daerah pemilihan Jawa Barat.

“Caleg PPP Nu’man Abdul Hakim harusnya suaranya hangus. Dedi Djamaludin Malik harusnya mendapat kursi karena memperoleh suara tertinggi di tahap ketiga,” tutur Marissa seusai menemui komisioner KPU Andi Nurpati.Baik Ikang maupun Marissa menduga ada permainan yang dilakukan antara saksi parpol dan KPU dalam penetapan caleg terpilih. Menurut Marissa, sebenarnya di tahap ketiga penghitungan kursi di tingkat provinsi, PAN memiliki sisa suara tertinggi dan memenuhi Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). “Tapi hak PAN sebagai partai dengan sisa suara tertinggi yang lebih punya hak, dikebiri oleh PPP,” ujar Marissa yang juga berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Kami ga menang juga ga papa. Tp lebih kepada rasa keadilan yang terusik. Ini telanjang, siapapun bisa menghitungnya,” tambah Marissa.

Ikang dan Marissa pun curiga terhadap permainan oknum partai untuk melakukan negosiasi di luar partai. Menurut Ikang yang menjadi caleg Partai Amanat Nasional (PAN) di dapil Banten I, dalam penghitungan tahap ketiga, sisa kursi hanya terdapat di dapilnya. Dapil Banten II dan III sudah terisi semua.

“Otomatis saya yang masuk (di penghitungan tahap ketiga) dengan total suara 30.000-an. Sisa kursi kan di dapil 1. Tapi saya dengar oknum-oknum partai (PAN) ngotot diserahkan kepada Ketua DPW setempat,” tutur Ikang.

Ketika Ikang dan Marissa ditanyakan respon masing-masing partai mereka, keduanya sama-sama mengatakan proses penetapan tidak transparan. Apalagi dengan kondisi internal partai yang sedang terbelah menjelang Pilpres.

Marissa bahkan mengatakan telah menghubungi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. “Dia (SDA) malah bilang, ‘Dilawan aja Fernita. Kalau dibilang begitu, berarti itu keputusan Fernita, bukan keputusan partai,” tutur Marissa dengan gusar. Fernita adalah saksi PPP dalam rekapitulasi suara dan kursi.

Menurut Marissa, respon KPU juga tak memuaskan. KPU menyerahkan perdebatan kepada saksi parpol yang bersangkutan.

Selanjkutnya, Marissa berencana melaporkan Fernita, saksi PPP dalam rekapitulasi suara dan kursi bersama KPU, ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyelundupan hukum atas kecurangan penetapan caleg terpilih.
Diposkan oleh Harry Maksum di 22:08